PESANTREN RAMADHAN 1437 H DI SMPN 2 BEKASI

Perkataan pesantren kilat brasal dari kata santri, dengan awalan “pe”dan akhiran”an”yang berarti tempat tinggal santri, Soegarda Poerbakawatja juga menjelaskan peantren berasal dari kata santri, yaitu seseorang yang belajar agama Islam, dengan demikian pesantren mempunyai arti tempat orang berkumpul untuk belajar agama Islam, dan kata kilat berarti “cepat sekali”. Dari kedua kata tersebut dapat di artikan bahwa pesantren kilat adalah tempat para santri belajar agama secara memadai dalam waktu yang tidak terlalu lama, yaitu jangka waktu tertentu secara terbatas. sumber : (https://ridwan202.wordpress.com/2009/03/11/pesantren-kilat/#_ftn1)

Setiap tahunnya SMPN 2 Bekasi rutin mengadakan Pesantren Kilat, mengisi kegiatan keagamaan di Bulan Ramadhan yang diikuti oleh Kelas 7 dan 8.  Hanya kelas 7 dan 8 saja, karena Kelas 9 tidak efektif lagi belajar setelah melaksanakan Ujian Nasional (UN).

Menyambut Bulan Suci Ramadhan, berarti menyambut bulan yang penuh dengan keberkahan, ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Bulan Ramadhan adalah bulan kebanyakan orang menyebutnya sebagai tamu agung, bukan obral kebaikan dan dilipatgandakan pahala, bulan para syaitan dibelenggu, pintu neraka ditutup rapat dan dibuka luas pintu surga, yaitu di Bulan suci Ramadhan.

Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya : Barang siapa yang bergembira dengan datangnya Bulan suci Ramadhan, maka Allah SWT akan mengharamkan jasadnya untuk masuk ke dalam api neraka (Al-Hadist). Di lain hadits Nabi Muhammad SAW, bersabda yang artinya : seandainya umatku tahu apa yang ada dalam Bulan Ramadhan dari berbagai macam kebaikan, niscaya mereka akan bercita-cita satu tahun menjadi Bulan ramadhan (HR. Ahmad).

Di dalam Bulan Ramadhan terdapat 4 peristiwa penting yang patut diketahui oleh umat islam :

Pertama ; Bulan Ramadhan sebagai ibadah puasa yang dipersiapkan dengan penuh sukacita

Kedua; Nuzulul Qur’an yang diperingati setiap tanggal 17 di Bulan Ramadhan

Ketiga; Lailatul Qadar, yaitu malam yang dirahasiakan allah SWT dan diperkirakan diantara malam ke-sepuluh terakhir

Keempat; membayar zakat fitrah.

IMG-20160621-WA0007  IMG-20160621-WA0008

IMG-20160621-WA0009  IMG-20160621-WA0010

Kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 7 dan 8 tersebut berlangsung lancar tanpa ada hambatan yang berarti. Untuk Kegiatannya Peserta Laki-laki dan dan Perempuan dilaksanakan ditempat terpisah, untuk tempat untuk laki-laki di mesjid Al-Hayat yang mana diantaranya latihan adzan, baca Quran, ceramah agama dan lain-lain. Untuk peserta perempuan kegiatan dilaksaanakan di Aula lama SMPN 2 Bekasi yang diisi dengan Kegiatan Keputrian seperti ceramah agama dan lain-lain.

Kegiatan tersebut diisi oleh nara sumber yaitu  para guru seperti diantaranya Bapak Ahmad Syamsuri, Bapak Ririz Mufrij Fouji, S.Pd, Bapak Cecep Faturahman, S.Pd dll.

Menurut Tamjiz Burhanuddin dalam bukunya “Akhlak Pesantren Solusi Bagi Kerusakan Akhlak” metode pendidikan akhlak yang diterapkan dalam pesantren setidaknya ada enam metode yaitu:

  1. Metode Keteladanan
  2. Metode Latihan dan pembiasaan
  3. Metode Ibrah (mengambil pelajaran)
  4. Metode Mauidzah (nasehat)
  5. Metode Kedisiplinan,
  6. Metode Tarkib wa Targhib (pengertian secara ilmiah yang ditemukan oleh Abdurrahman Al-Nawawi targhib adalah janji yang disertai bujukan dan rayuan untuk memenunda kemaslahatan, kelezatan dan kenikmatan namun, penundaan itu bersifat pasti baik dan murni, serta dilakukan melalui awal sekolah atau pencegahan diri dari kelezatan yang membahayakan (pekejaan buruk)

Dari keenam metode pembinaan diatas dapat disimpulkan bahwasanya metode keteladan merupakan metode yang cukup efektif dalam pembinaan sikap keberagamaan pada diri siswa, karena dalam metode keteladanan tersebut senantiasa para siswa dibimbing dan dibina berdasarkan kenyataan serta pengalaman yang diperolehnya dalam kegiatan pesantren kilat tersebut.

Tujuan pesantren kilat sangat jelas, yakni untuk menanamkan iman dan takwa yang lebih kuat lagi. Jika dibahas lebih khusus lagi, maka sesungguhnya tujuan pesantren kilat bagi remaja adalah:

  1. Peningkatan Ketauhidan
  2. Pengembangan Kepribadian
  3. Keterampilan Bersosialisasi.

sumber: (https://ridwan202.wordpress.com/2009/03/11/pesantren-kilat/#_ftn1)

Semoga dengan Kegiatan Pesantren Ramadhan ini keimanan siswa-siswi SMPN 2 Bekasi lebih kuat lagi dan dapat membawa perubahan positif bagi siswa-siswi SMPN 2 Bekasi ke arah yang lebih baik yang tercermin dari perilaku siswa-siswa yang menjadi santun, hormat terhadap guru dan orang tua, lebih peduli pada sesama danlain sebagainya.


 



Loading Facebook Comments ...
GURU DAN TATA USAHA KU TERSAYANG