PENGALAMAN MENGIKUTI PERLOMBAAN DUTA ANAK DAN MENJADI PENARI DI GEDUNG DPRD KOTA BEKASI

duta anak

Hallo saya Aqila Jelita Putri, saya sekarang sekolah di SMPN 2 Bekasi Kelas 9C. Alhamdulillah saya sangat senang dan bangga bisa mengikuti dua kegiatan tersebut. Sebuah kebanggan tersendiri bisa memenangkan perlombaan duta anak kemarin. Mendapatkan juara 2 saja rasanya luar biasa senangnya karena dapat mengalahkan banyak kecamatan yang tidak hanya dari tingkat SMP saja melainkan saya juga melawan kakak-kakak SMA.

Saya mau berbagi pengalaman. Jujur, saat saya technical meeting rasanya down sekali melihat lawan-lawan yang udah senior dan terlihat mereka memperlihatkan wajah-wajah pemenang, wajah-wajah yang siap dan terlihat begitu meyakinkan, kalau mereka pandai berpresentasi dan mempunyai wawasan yang begitu luas, saya tidak ada apa-apanya dibanding mereka. Dalam hati saya berkata Kalau memang tidak juara ya tidak apa-apa karena mereka sudah terlihat hebat dan mereka bukan tandingan saya. Yang penting saya sudah ikut berpartisipasi, meski kalah pun saya tidak mengapa. Tapi di sisi lain saya pun tidak mau kalah. Saya tidak mau mempermalukan diri sendiri dan juga nama sekolah serta nama kecamatan yang saya bawa. Mau seperti apapun hasilnya yang penting saya sudah memberikan usaha yang semaksimal mungkin.

Bisa dibilang saya dari kecil adalah anak yang terlalu percaya diri bahkan terkadang kelewat batas. Saya ingin terlihat mampu di mata orang sekitar. Bukan sempurna dalam arti apa-apa. Saat itu, saya tidak mau kalah tetapi saya sudah tidak banyak berharap. Saya berusaha keras untuk memasukkan point-point sekecil apapun yang malah dinilai penting oleh juri. Semua point yang sudah dijelaskan di technical meeting betul-betul saya perhatikan.

Ibu, kakak adalah support system saya. Saat isi makalah saya mungkin terlalu berbelit-belit dan bahkan tidak ada artinya, mereka selalu berkata apa adanya dan memberikan solusi. Mereka selalu mengkoreksi hasil pekerjaan saya dengan teliti.

Hingga pada saat hari perlombaan tiba pun saya dapat nomor urut 06b. Saya melihat lawan-lawan saya saat pertama kali memasuki gedung rasanya ciut sekali. Tampak begitu siap. Hingga akhirnya saya melihat penampilan-penampilan lawan saya, disitu saya kaget, karena ternyata diluar dugaan kemampuan mereka dibawah saya, awalnya saya ragu dantidak percaya akan kemampuan saya apakah saya kebanyakan bicara atau bagaimana karena melihat mereka yang terlalu cepat membaca power pointnya. Saya selalu ingat Power point itu hanya pointnya aja yang terpenting. Kalau anda menulisnya panjang-panjang di Power Point, tidak ada yang akan memperhatikan anda presentasi.

Mereka pun bisa mengetahui isi presentasi anda tanpa anda menjelaskan karena mereka pun bisa membacanya. saya merasa yakin ketika melihat lawan saya banyak yang membawa teks untuk dibaca sedangkan saya tidak sama sekali. Di power point pun hanya ada gambar dan tulisan seperti Apa itu Eksploitasi? Langkah Apa yang Harus diambil untuk menanggulanginya? thats it. Saya menghafal makalah yang sudah saya ketik dengan sangat yakin. Terasa seru sekali dan lega setelah saya tampil.

Ketika disana banyak hal positif yang saya dapatkan saya mendapatkan banyak teman disana, Ssaya sharing banyak hal tentang pembullyan, organisasi dan lain sebagainya. Dan bahkan saya ikut ajang ini setelah saya mendapat bullyan dari sosial media yang membuat saya hilang kepercayaan diri, semua baik dan ramah.

Dilanjut dengan unjuk minat bakat. Saya menampilkan tari Lenggang Bekasi. Saat pengumuman grandfinal, nomor urut saya pun disebut. Senang sekali rasanya tapi makin grogi karena akan ada sesi tanya jawab yang tentunya saya takut mendapatkan pertanyaan yang saya tidak tahu apa-apa.

Setelah mendapatkan pertanyaan dan ternyata pertanyaannya yaitu tentang perkawinan anak. Saya memutar otak untuk tetap mencari jawaban yang masuk akal. Lalu setelah 3 finalis laki-laki dan 3 finalis perempuan selesai sesi tanya jawab, pengumuman pun dimulai dan betapa gelisahnya momen itu. Melihat orang-orang sekitar saya bangga seperti ibu saya, kaka saya, petugas dari kecamatannya sendiri, dan kakak mentor saya dari forum anak. Saya sungguh senang karena tidak mempermalukan mereka.

Tari Gedung DPRD

Pengalaman yang tidak bisa terlupakan adalah membawakan tarian di gedung DPRD kemarin, di depan pejabat-pejabat dan walikota. Sungguh Senang sekali rasanya.Kami berlatih terus menerus selama 2 minggu. Saya tidak merasa lelah karena menari adalah passion saya. Karena dengan menari banyak hal positif yang saya rasakan, bisa mengenal banyak orang dari Dinas Pendidikan itu saya sangat merasa beruntung sekali.

Banyak canda tawa disana hingga kami tak merasa lelah. Menari di depan bapak walikota rasanya puas. Kami semua berjabatan tangan dan salam dengan mereka. Kami membawakan 3 tarian dan beruntungnya saya membawakan tarian untuk mengiringi para pejabat dan Bapak Walikota Drs. H. Rahmat Effendi ke tempat sidang.

Diantara beberapa jenis tari yang kami bawakan adalah Mojang Priangan, Lenggang Nyai, dan juga Lenggang Bekasi. Sayang saat itu sedang terjadi demo di gedung DPRD, sehingga agak sedikit terganggu. Pengalaman terssebut yang tidak dapat terlupakan. Sebuah apresiasi bagi saya bisa mengikuti dua acara itu.



Loading Facebook Comments ...
GURU DAN TATA USAHA KU TERSAYANG